SARI MULYO - Rabu 29 Juli 2026 di balai desa Sari Mulyo dilaksanakan rembuk stunting. Musyawarah diikuti oleh perwakilan Kecamatan, perangkat desa, BPD, perwakilan PKK, Kader Posyandu, KUA dan tenaga pendidik. Dari pendamping desa hadir Ibu Ratih dan Bapak Firnandes dan Ibu Septi selaku Kepala Puskesmas Cahaya Negeri. Kepala Desa Sari Mulyo, Bapak Suparman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan rembuk stunting ini untuk mengetahui jumlah stunting serta pencegahan dan penanganan untuk anggaran desa tahun 2027. Adapun rangkaian acara sebagai berikut:
1. Pemaparan data sasaran dan layanan, permasalahan-permasalahan stunting dan analisis penyebabnya.
2. Pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah (FGD).
3. Pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Kesepakatan hasil rembuk stunting di Sari Mulyo dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan Kader, masyarakat Desa, dan pemerintahan Desa.
4. Pembahasan dan penyepakatan peserta rembuk stunting untuk menjadi perwakilan dalam musyawarah Desa Sari Mulyo untuk perencanaan pembangunan tahun berikutnya akan rembuk stunting.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan ini dihadiri oleh Kepala Desa dan perangkatnya, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, tenaga pendidik (tendik), KUA serta berbagai pihak yang selama ini berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kades Sari Mulyo menegaskan bahwa pelaksanaan rembuk stunting merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan desa. Melalui forum ini, pemerintah Desa Sari Mulyo bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperoleh data dan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi stunting di wilayah Sari Mulyo.
“Rembuk stunting ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus stunting yang ada di Desa Sari Mulyo serta merumuskan langkah-langkah penanganan yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran desa tahun 2027,” ungkap Kades Sari Mulyo.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, forum rembuk stunting menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi, menyusun prioritas program, serta menentukan bentuk intervensi yang tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut, peserta musyawarah melakukan pembahasan terhadap data keluarga berisiko stunting, kondisi balita dan ibu hamil, serta berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. Berbagai usulan program dan kegiatan juga dihimpun sebagai bahan penyusunan rencana kerja pemerintahan desa tahun mendatang.
Kehadiran unsur KUA, tenaga kesehatan, pendamping desa, kader Posyandu, PKK, hingga tenaga pendidik menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting di Desa Sari Mulyo dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan program yang dirancang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.