Pemerintah Desa Sari Mulyo melaksanakan kegiatan penanaman jagung bersama masyarakat di lahan pertanian desa pada tanggal 15 oktober 2025 yang bertempat di Dusun Mekar Bakti Desa Sari Mulyo. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan bertajuk Tanam Jagung Satu Desa Satu Hektar (SADESAHE) Provinsi Bengkulu dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Desa Sari Mulyo.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan sambutan dari Kepala Desa Sari Mulyo yang menyampaikan pentingnya sinergi antar unsur pemerintah dan warga dalam mengembangkan sektor pertanian.
“Penanaman jagung ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani,”
— Kepala Desa Sari Mulyo
Setelah pembukaan, seluruh peserta bersama-sama turun ke lahan, menanam bibit jagung dengan metode yang telah disesuaikan untuk mendapatkan hasil panen optimal. Selain penanaman, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan tentang teknik budidaya jagung yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan semangat gotong royong, penanaman jagung ini diharapkan menjadi awal dari panen yang melimpah dan kesejahteraan yang meningkat bagi warga Desa Sari Mulyo.
Selama proses kegiatan penanaman hingga pemanenan lomba tanam jagung ini, dalam proses perawatan dihadiri juga oleh tim Penilai Lomba dari Dinas Pertanian, Bapak Sukarso dan Ibu Nesi Pratiwi dan kawan-kawan mengecek administrasi dan keadaan di lapangan secara langsung. Tim Penilai menilai secara umum, untuk administrasi cukup baik dan mendukung program yang baik ini dan keadaan di lapangan juga menggambarkan pertumbuhan tanaman jagung yang baik/normal sesuai umur pertumbuhan tanaman.
Selanjutnya di akhir, Desa Sari Mulyo melakukan pemanenan hasil tanam jagung pada tanggal 11 Februari 2026 yang dihadiri oleh Plt. Camat Sukaraja, Wakapolsek Sukaraja, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, BPD dan masyarakat desa Sari Mulyo. Tim pelaksana melalui ketua tim menjelaskan terkait tahapan penanaman, perawatan dan pemanenan jagung ini mengalami kegagalan, karna hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Beberapa kendala yang dihadapi di lapangan cukup banyak termasuk pupukdan hama tanaman dan perlu penanganan khusus juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi mengelola lahan seluas 1 hektar. meskipun dikategorikan gagal dalam pengelolaan tanaman jagung dan tidak menjuarai perlombaan ini, ada banyak ilmu yang diperoleh dan dapat digunakan pengalaman baik ini untuk kegiatan penanaman sejenisnya, terutama bagi masyarakat desa Sari Mulyo yang sebagian besar pekerjaannya sebagai petani/pekebun.